Qaytbay adalah salah satu sultan Barsbay dinasti Mamluk. Pada awalnya,
Mamluk adalah sebutan untuk seorang budak. Qaytbay sendiri awalnya
dibeli seharga lima puluh dinar. Setelah ditebus, Qaytbay kemudian
meniti karir hingga menjadi komandan tentara sampai akhirnya menjadi
sultan. Dia memerintah cukup lama, dari tahun 1.468 sampai 1.496 M.
Rekornya hanya bisa dipecahkan oleh Nasir Muhammad. Dia terkenal karena
kekuatan staminanya dan kehebatan bela dirinya. Prioritas utama
pemerintahannya adalah mengembangkan hubungan diplomatik dengan Turki
Utsmani dan promosi perdagangan, terutama dengan Italia.
Sultan Qaytbay adalah bapak pembangunan Mesir yang sangat produktif
sebagaimana Nasir Muhammad pada abad keempat belas. Selama masa
pemerintahannya yang cukup lama, ia membangun 85 struktur bangunan di
Suriah, Palestina, Mekkah, Alexandria dan Kairo . Arsitektur dalam
negeri lebih mencolok daripada arsitektur asing. Pada masa ini, ukiran
batu memasuki zaman keemasannya. Artistik batu cenderung menuju ke arah
perbaikan. Kerajinan marmer memainkan peran penting dalam dekorasi
eksterior bangunan.
Salah satu monumen utama yang bisa dijadikan tolok ukur masa ini adalah
kompleks masjid Qaytbay yang dibangun antara tahun 1472 sampai 1474 M.
Sebenarnya kompleks ini terdiri dari masjid, madrasah dan makam
pendirinya. Tapi sayangnya, kini tinggal tersisa bangunan masjidnya yang
berkubah dan bermenara tunggal.
Di sebelah kiri bangunan ada sabil - kuttab (tempat persinggahan para
penuntut ilmu). Sementara sebelah kanan ada menara. Di sisi tenggara ada
kubah kecil tapi megah. Di bawah kubah itu terdapat makam pendiri
masjid. Ukiran pada kubah tersebut berpola lurus berlapis bintang
berukir yang ditumpangkan pada ukiran arabesque bergelombang.
Menara batu itu berukiran bintang, ramping dan elegan. Pada permukaannya
terdapat dua desain yang rumit, kompleks, tetapi masih jelas. Salah
satunya polos, lurus berlapis pola bintang. Yang lainnya bergelombang
arabesque bermotif bunga yang berlekuk-lekuk dan tersembunyi.
Puncak menara berbentuk lonjong telur. Sebuah ukiran memutar di
lehernya. Ini adalah salah satu menara yang paling indah di Kairo. Sabil
kuttab memiliki langit-langit kayu berlapis emas. Di ruang depan ada
bangku batu dan lemari dengan pintu berhias kayu dan gading.
Gaya kubah payung di atas lorong yang mengarah ke bagian dalam masjid
sangat cantik. Di sini, kita juga bisa menemukan pintu kisi kayu, di
situ ada kendi yang menjaga air tetap dingin. Lantainya marmer dan
jendelanya berupa kaca berwarna-warni. Langit-langit masjid ini adalah
contoh indah dari dekorasi komposit yang menggunakan tiga bentuk hiasan
utama yang meliputi desain kaligrafi, geometris dan arabesque. Ornamen
bintang menjadi bagian paling mencolok di sini. Meski dekorasinya
menakjubkan, namun tetap tidak mengesampingkan efeknya yang kalem dan
tenang.
Mihrabnya berdinding batu dengan pola hias yang dikenal dengan pola
albaq. Di atap masjid itu terdapat sebuah prasasti. Makamnya bisa
diakses dari ruang tengah. Makam ini merupakan salah satu makam yang
paling mengesankan di Kairo. Di dalamnya ada sebuah mihrab berdinding
kayu yang dihiasi batu pendentives yang telah diukir dan dicat.
Beberapa meter di atasnya menjulang kubah besar yang menjadi ikon
masjid ini.
Di samping itu, ada lagi sebuah makam kecil berukiran arabesque. Makam
ini terletak di sisi barat masjid, dibangun oleh Qaytbay sebelum ia
menjadi seorang sultan. Ada yang mengatakan bahwa makam itu dibangun
untuk anaknya. Kubah makam ini berukuran lebih kecil. Di sini juga ada
ruang tunggu yang dibangun di atas gudang. Ruang ini dihiasi dengan
deretan jendela yang melengkung hingga luar ruangan. Zaman dulu, di sisi
utara masjid juga terdapat ruang khusus yang dilengkapi dengan roda
pemasok air untuk hewan ternak.

0 komentar:
Posting Komentar