Kamis, 06 Juni 2013
Masjid Sultan Inal
Posted on 12.08 by Sang Pejuang
Komplek sultan Inal merupakan salah satu peninggalan
bersejarah di mesir yang masih tampak
kokoh nan indah hingga saat ini.
Terletak di jalan sultan ahmad beberapa meter dari jalan Al-azhar.
Komplek yang dibangun pada tahun 1451-1456 ini Mulanya hanyalah pemakaman indah yang dibangun oleh
sultan inal saat masih menjabat sebagai amir, kemudian setelah menjadi sultan,
dibangun sebuah khanqah, madrasah,
masjid, sabil kutab dan juga zawiya disekeliling makam.
Bangunan ini dipenuhi ukiran-ukiran menarik dari marmer,
akan tetapi hanya tersisa sedikit pada saat ini, adanya menara dan kubah
semakin mempercantik komplek ini dan kubahnya terbuat dari batu yang di hiasi
dengan ukiran berpola zigzag.
Disudut komplek ini terdapat makam sultan inal beserta istri
dan dua anaknya ahmad dan Muhammad.
saifuddin abu nasor inal bin Abdullah al’alai adhohiri
annasiri awalnya adalah budak yang dibeli oleh seorang pedagang yang bernama
Ala’addin, kemudian ia di jual kepada sultan Ad-dhahir Barquq, pendiri dinasti
mamluk Burji pada tahun 1397. inal menjadi prajurit selama menjadi pelayan
sultan barquq.
Setelah kematian sultan barquq, naiklah anaknya sultan
an-nasr farag yang menggantiknya, dan ketika itu sultan inal dibebaskan dan
derajatnya disamakan dengan keturunan sirkasia yang lainya.
Karir sultan inal terus melejit melalui jajaran militer
hingga pada tahun 1428 ia di angkat menjadi gubernur di daerah gaza pada masa sultan
al-asraf barsbay, sultan inalpun dipuji-puji karena menjadi gubernur yang adil
saat berkuasa.
Pada tahun 1445 dibawah sultan addhohir jaqmaq, inal
diangkat menjadi komandan militer.
inal menjadi sultan menggantikan sultan Mansur usman anak
dari sultan addhohir jaqmaq yang tidak diakui oleh rakyat sebagai sultan pada
tahun 1453.
selama pemerintahannya,
sultan inal banyak membeli budak untuk dijadikan prajurit, dan membangun dan
memperbaiki prasarana umum seperti perluasan jalan.
Sultan inal wafat disebabkan wabah penyakit yang menyerang
mesir pada tahun 1461 dan ia berkuasa
selama 7 tahun 11 bulan.
Komplek Sultan Faraj bin Barquq
Posted on 12.07 by Sang Pejuang
Masjid ini awalnya adalah khanqah, semacam
pondok untuk para sufi. Mulai dibangun pertama kali pada 1400 M oleh Sultan
Faraj Ibn Barquq (1382-1399 AD) untuk memenuhi permintaan ayahnya yang ingin
dimakamkan di dekat makam para sufi di kompleks pemakaman bagian utara (the
city of dead). Pembangunannya baru selesai 11 tahun kemudian, tapi setahun
sebelumnya sudah ada peresmian yang menghadirkan 40 orang. Masjid ini terkenal
sebagai masjid terbesar di kawasan itu, hingga sekarang. Sultan Barquq akhirnya
dimakamkan di kompleks ini, di dekat makam ayahnya, Anas (1382). Sultan Barquq
tercatat sebagai raja Mamluk Burgi pertama yang dikubur di kawasan ini.
Khanqah dibangun
dengan tujuan urbanisasi situs. Sayangnya sebelum rencana ini terealisasi,
Sultan Faraj sudah meninggal dunia terlebih dahulu. Oleh sejarawan abad kelima
belas, al-Maqrizi, dia digambarkan sebagai "raja yang paling tragis di
Mesir". Sultan Faraj naik takhta pada usia sepuluh tahun, dan di usianya
yang ke-23 ia digulingkan dan dibunuh di Damaskus. Di sela-sela pembangunan
ini, sang sultan terpaksa harus dicopot jabatannya sebanyak 2 kali. Ia juga
harus bolak-balik Mesir-Syiria untuk meredam pemberontakan. Tapi perjuangannya
itu tak sia-sia. Khanqah akhirnya bisa berdiri megah.
Awalnya kompleks direncanakan sebagai pusat
perumahan daerah. Pemakaman Muslim abad pertengahan bukan semata-mata makam
orang mati tapi juga sebagai istana dan hunian. Selain itu juga ada ruangan untuk
para sufi dan pelajar. Bangunan ini dileangkapi dengan dua menara kembar, dua
kubah kembar dan dua sabil kuttab (tempat singgah), masing-masing di sebelah
kanan dan kiri. Di bawah kedua kubah itu terdapat makam sultan Barquq dan
ayahnya.
Menariknya, bangunan ini memiliki banyak ruang
tapi tanpa pembatas yang jelas. Sang arsitek mampu membuat ruangan besar yang
simetris. Ini bukan bentuk yang lazim pada masa itu. Di sudut barat daya ada
portal trilobed di sebelah kiri sabil kuttab. Ada portal lain di utara. Di
sudut barat juga ada sabil kuttab lagi. Portal-portal ini tidak identik, keduanya
memiliki keong pada stalaktit dan blazonnya. Di sisi utara ada lorong yang
dimulai di sisi kiri bangunan dan mengarah hampir ke makam ayah Barquq. Diperkirakan
lorong ini digunakan sebagai tempat berdoa untuk orang yang mati.
Di atas makam Barquq dan ayhanya ada Kubah
luar yang terbuat dari batu terbesar pertama di era Mamluk. Diameternya lebih
dari empat belas meter. Sebenarnya kubah Imam Syafi'i masih lebih besar dari
kubah ini, hanya saja kubah itu terbuat dari kayu. Sebuah pola zigzag (chevron)
menghiasi eksteriornya. zona transisinya
tidak biasa. kubah ini diukir dengan model satu cekung dan satu cembung sehingga
menciptakan pola bergelombang. Sebenarnya di bawah kubah itu ada kubah lebih
kecil yang terbuat dari batu bata. Namun sayangnya tak bisa terlihat dari luar.
Di sisi barat laut terdapat dua menara yang
menjulang ke angkasa. Menara itu terdiri dari tiga struktur. Bagian bawah
menara itu berbentuk kotak. Tingkat kedua membentuk silinder. Tingkat ketiga
berbentuk tiang-tiang segi delapan dan puncaknya bulat seperti telur diakhiri
dengan struktur tiang melancip.
Dalam bangunan ada sebuah halaman, ruang
terbuka tanpa atap. Di tengah-tengahnya terdapat tempat wudhu yang kini tidak
berfungsi lagi. Di sisi kanan-kiri halaman itu, ada ruwaq-ruwaq yang digunakan
sebagai madrasah dengan pintu-pintu melengkung yang khas.
Di sudut barat lau sebenarnya ada tangga untuk
menuju lantai dua. Di lantai dua terdapat lorong-lorong dan bilik-bilik kamar.
Namun tampaknya ruangan ini sudah tak difungsikan lagi.
Dinding-dinding bangunan ini tidak dicat juga
tidak dimarmer atau dikeramik, hanya coklat polos. Di samping mihrab ada dikka,
tempat al-Qur’an dilantunkan. Ia diapitr oleh dua buah relung yang lebih kecil.
Di situ ada sebuah ukiran menarik berpola geometris dan bunga yang ditambahkan
oleh Sultan Qaitbay tahun 1483. Di background mimbar bisa ditemukan tempat
lampu minyak yang diapit sepasang lilin yang diukir.
Makam sebelah utara adalah makam Barquq dan
Faraj bersama anak yang terakhir, sedangkan makam selatan adalah makam Shiriz
dan Shakra. Kedua makam itu memiliki pintu masuk yang tertutup oleh kisi kayu
dengan ukiran pola geometris. Interior kubahnya sangat menakjubkan. Hiasan
geometri yang dilukis di bawah kubah itu berwarna merah kecoklatan, sangat indah.
Di tepi hiasan ada jendela yang tertutup kaca warna-warni, sehingga sinar
matahari yang masuk tampak memperindah ukiran di dalamnya.
Categories: Wisata
Masjid Sultan Qaytbay
Posted on 12.05 by Sang Pejuang
Qaytbay adalah salah satu sultan Barsbay dinasti Mamluk. Pada awalnya,
Mamluk adalah sebutan untuk seorang budak. Qaytbay sendiri awalnya
dibeli seharga lima puluh dinar. Setelah ditebus, Qaytbay kemudian
meniti karir hingga menjadi komandan tentara sampai akhirnya menjadi
sultan. Dia memerintah cukup lama, dari tahun 1.468 sampai 1.496 M.
Rekornya hanya bisa dipecahkan oleh Nasir Muhammad. Dia terkenal karena
kekuatan staminanya dan kehebatan bela dirinya. Prioritas utama
pemerintahannya adalah mengembangkan hubungan diplomatik dengan Turki
Utsmani dan promosi perdagangan, terutama dengan Italia.
Sultan Qaytbay adalah bapak pembangunan Mesir yang sangat produktif
sebagaimana Nasir Muhammad pada abad keempat belas. Selama masa
pemerintahannya yang cukup lama, ia membangun 85 struktur bangunan di
Suriah, Palestina, Mekkah, Alexandria dan Kairo . Arsitektur dalam
negeri lebih mencolok daripada arsitektur asing. Pada masa ini, ukiran
batu memasuki zaman keemasannya. Artistik batu cenderung menuju ke arah
perbaikan. Kerajinan marmer memainkan peran penting dalam dekorasi
eksterior bangunan.
Salah satu monumen utama yang bisa dijadikan tolok ukur masa ini adalah
kompleks masjid Qaytbay yang dibangun antara tahun 1472 sampai 1474 M.
Sebenarnya kompleks ini terdiri dari masjid, madrasah dan makam
pendirinya. Tapi sayangnya, kini tinggal tersisa bangunan masjidnya yang
berkubah dan bermenara tunggal.
Di sebelah kiri bangunan ada sabil - kuttab (tempat persinggahan para
penuntut ilmu). Sementara sebelah kanan ada menara. Di sisi tenggara ada
kubah kecil tapi megah. Di bawah kubah itu terdapat makam pendiri
masjid. Ukiran pada kubah tersebut berpola lurus berlapis bintang
berukir yang ditumpangkan pada ukiran arabesque bergelombang.
Menara batu itu berukiran bintang, ramping dan elegan. Pada permukaannya
terdapat dua desain yang rumit, kompleks, tetapi masih jelas. Salah
satunya polos, lurus berlapis pola bintang. Yang lainnya bergelombang
arabesque bermotif bunga yang berlekuk-lekuk dan tersembunyi.
Puncak menara berbentuk lonjong telur. Sebuah ukiran memutar di
lehernya. Ini adalah salah satu menara yang paling indah di Kairo. Sabil
kuttab memiliki langit-langit kayu berlapis emas. Di ruang depan ada
bangku batu dan lemari dengan pintu berhias kayu dan gading.
Gaya kubah payung di atas lorong yang mengarah ke bagian dalam masjid
sangat cantik. Di sini, kita juga bisa menemukan pintu kisi kayu, di
situ ada kendi yang menjaga air tetap dingin. Lantainya marmer dan
jendelanya berupa kaca berwarna-warni. Langit-langit masjid ini adalah
contoh indah dari dekorasi komposit yang menggunakan tiga bentuk hiasan
utama yang meliputi desain kaligrafi, geometris dan arabesque. Ornamen
bintang menjadi bagian paling mencolok di sini. Meski dekorasinya
menakjubkan, namun tetap tidak mengesampingkan efeknya yang kalem dan
tenang.
Mihrabnya berdinding batu dengan pola hias yang dikenal dengan pola
albaq. Di atap masjid itu terdapat sebuah prasasti. Makamnya bisa
diakses dari ruang tengah. Makam ini merupakan salah satu makam yang
paling mengesankan di Kairo. Di dalamnya ada sebuah mihrab berdinding
kayu yang dihiasi batu pendentives yang telah diukir dan dicat.
Beberapa meter di atasnya menjulang kubah besar yang menjadi ikon
masjid ini.
Di samping itu, ada lagi sebuah makam kecil berukiran arabesque. Makam
ini terletak di sisi barat masjid, dibangun oleh Qaytbay sebelum ia
menjadi seorang sultan. Ada yang mengatakan bahwa makam itu dibangun
untuk anaknya. Kubah makam ini berukuran lebih kecil. Di sini juga ada
ruang tunggu yang dibangun di atas gudang. Ruang ini dihiasi dengan
deretan jendela yang melengkung hingga luar ruangan. Zaman dulu, di sisi
utara masjid juga terdapat ruang khusus yang dilengkapi dengan roda
pemasok air untuk hewan ternak.
Categories: Kuliner
Kompleks Pemakaman Amir Qurqumas
Posted on 12.03 by Sang Pejuang
Kompleks pemakaman Amir Qurqumas ini berdampingan dengan
makam Sultan Inal. Pada awalnya, Qurqumas adalah budak
Sultan Qaytbay yang kemudian menjadi amir agung di bawah kepemimpinan Sultan
al-Ghuri. Dia adalah komandan perang. Di hari kematinnya ia masih menjabat
sebagai amir agung yang anti Ottoman.
Ibnu Iyas 'memberikan kita dengan obituari dan laporan pada
pemakamannya, yang secara historis account menarik dari upacara ini selama
periode mumluk:
Menurut Ibnu Ilyas, kematian Qurqumas terjadi pada hari Selasa
tanggal 23 (Ramadhan). Saat itu Kairo berkabung. Prosesi pemakamannya diikuti
oleh banyak orang, mulai dari pejabat hingga masyarakat awam.
Qurqumas adalah seorang perwira yang disegani. Ia memulai
karirnya sebagai pelayan kedua kerajaan. Kemudian menjadi Komandan yang
membawahi 1.000 tentara, Komandan Pengawal, dan akhirnya diangkat menjadi
gubernur provinsi Aleppo pada masa pemerintahan Ashraf Janbalat, meskipun ia
tidak pernah mencicipi jabatan itu. Ia dipenjarakan bersama sejumlah perwira
yang lain di benteng Damaskus karena kecenderungannya kepada Tumanbay Amir
Dawadar yang diangkat sebagai Sultan di Syiria.
Namun, setelah al-Ghuri berkuasa, ia dibebaskan dan
dipanggil ke Kairo dan dilantik sebagai Menteri Perang. Tugasnya kemudian digantikan
oleh Marsekal Qayt Rajabi ia dijebloskan ke penjara untuk kedua kalinya,
tepatnya di Alexandria
pada tahun 1505. Total, ia menjabat sebagai Marsekal selama enam tahun lebih 23
hari. Di usianya ke-60 dia jatuh sakit. Dia akhirnya berpulang ke haribaan
ilahi dengan meninggalkan empat anak-anak dan kekayaan senilai sekitar 70.000
dinar (di luar asset bergerak nya). Dia meninggal sebelum Ottoman
menggulingkan rezim Mamluk Mesir antara tahun 1.516 dan 1517.
Kompleks ini sempat dialih fungsikan untuk tujuan militer
(sebagai gudang penyimpanan mesiu). Di depannya juga dibangun pabrik batu bata
yang sangat sederhana.
Masjid ini hanyalah salah satu dari sejumlah bangunan yang
dibangun di kompleks Ququmas. Sebenarnya masih ada bangunan lain termasuk
dapur, gudang, penginapan, sumur, kandang ternak dan tempat wudhu.
Kompleks pemakaman ini memiliki tata letak yang hampir
mirip dengan Masjid Sultan Qaytbay. Sistem pengajaran di kompleks ini tampaknya
tidak memiliki ritual-ritual khusus.
Menara masjid berada di sisi kanan, sementara sabil
kuttabnya di sisi kiri. Kubahnya sendiri terletak di sudut tenggara bangunan
berdampingan dengan ruang salat. Kubah ini memiliki proporsi dan skala yang
sama dengan kubah Qaytbay meski ukiran geometrisnya tak serumit Qaytbay. Ukiran
kubah ini berpola belah ketupat di bagian bawah dan pola zigzag di bagian atas.
Sedangkan menaranya bermotif belah ketupat di bagian tengah.
Bagian atas terdiri dari susunan tiang-tiang yang menyangga puncaknya.
Bentuknya hampir mirip menara Masjid Sultan Inal dan Qaytbay. Di sana juga ada tiga pilar
pendukung yang digunakan untuk menggantung lampu masjid.
Di kompleks ini terdapat sebuah istana yang telah
direservasi. Istana ini berupa sebuah lorong di sisi selatan makam. Hunian ini
memiliki besi-besi besar beratapkan bukaan melengkung yang melingkupi
sudut-sudut makam. Bangunan ini dapat dicapai dari pintu utama di halaman atau
dari tangga internal di sisi lain dari makam. Di lantai dasar disediakan gudang
dan kandang ternak. Sementara di lantai atas terdapat halaman terbuka, aula,
kamar tidur, dan toilet. Desain interior seperti ini sering digunakan oleh yayasan-yayasan
keagamaan saat itu.
Dengan demikian, kompleks
Barsbay memiliki apartemen yang berdampingan dengan bangunan utama.
Apartemen dua lantai ini berdiri di kedua sisi jalan menuju pemakaman. Salah
satu sisinya masih bertahan hingga sekarang. Sedangkan sisi yang lain hamper
runtuh. Ruangan-ruangannya diatur secara simetris di sepanjang koridor, setiap
unitnya dilengkapi dengan tangga spiral sendiri. Masing-masing tangga memutar
searah jarum jam. Ternyata ada filosofi tersendiri di sini. Untuk meniti tangga
ini, Seseorang harus melangkah pertama kali dengan kaki kanannya. Apartemen ini
bisa dihuni oleh delapan anggota yayasan, beserta keluarganya masing-masing. Selain
difungsikan sebagai masjid, bangunan ini juga difungsikan sebagai Khanqah
(kediaman para sufi).
Pada tahun 1983-1988, kompleks ini telah diperbaiki oleh
Tim Restorasi Monumen Islam atas kerja sama Mesir dan Polandia. Saat ini, restorasi
kompleks ini berada di bawah pengawasan Departemen Kebudayaan. Selama proses
restorasi ini, kediaman sang pendiri sempat rusak parah akibat gempa bumi pada
tahun 1992. Proyek ini mengambil pendekatan yang menarik. Mereka tidak memindah
puing-puing sisa reruntuhan bangunan dan membiarkannya dalam keadaaan terbuka
untuk menunjukkan sisi fungsional bangunan yang sebenarnya.
Categories: Masjid
Masjid Sultan Asyraf Barsbay
Posted on 12.00 by Sang Pejuang
Pada mulanya, Al-Asyraf Abu Nasr Barsbay adalah budak
Sirkasia yang dibeli oleh pedagang Yahudi dan dibawa ke Aleppo Syiria. Ia
kemudian dibeli oleh Barquq dan dibawa ke Kairo. Ia diberi mandat sebagai
pengawal internal di dalam benteng kerajaan. Di masa pemerintahan Sultan
Mu’ayyad Shah, ia diangkat sebagai pangeran dan dipercaya sebagai wakil sultan
di Tripoli pada
tahun 1418. Berkat jasa Sultan Shalih Muhammad bin Tatr, ia diangkat sebagai
wakil sultan di Mesir. Akhirnya, pada tahun 1422 ia menyandang gelar sultan
yang memegang tampuk kekuasaan selama 16 tahun.
Di masanya, ia berhasil melumpuhkan perompak Eropa di
sekitar Ciprus yang selalu mengganggu pelaut muslim di Mediterania Timur. Ia
juga membangun jalur perdagangan dengan Persia
(Iran) dan India. Pada masa ini mulai dikenal
mata uang al-Ashrafiyyah yang digunakan di wilayah Mesir dan sekitarnya.
Kejayaan Barsbay berakhir pada tahun 1438. Tapi kompleks
pemakamannya sudah mulai dibangun pada 1432. Awalnya kompleks ini dimanfaatkan
oleh 17 orang Sufi sebagai madrasah yang menyebarkan mazhab Imam Hanafi.
Seperti masjid Barquq, kompleks pemakaman ini terdiri dari
makam, madrasah dan 2 sabil kuttab. Bangunan utamanya terlihat elegan. Memiliki
2 ruangan berkubah yang dihubungkan dengan sepasang lorong. Bangunan madrasah
memiliki ruangan untuk sultan dan seorang sufi yang menjadi gurunya serta
berdampingan dengan kamar para muridnya.
Arsitektur interiornya sangat impresif. Kompleks ini
terkenal dengan mozaik lantai marmer yang indah. Keindahannya selaras dengan
ketinggian kubah dan ornament-ornamen yang menghiasi interiornya.
Pola ukiran yang menghiasi sisi luar kubah bermotif jalinan
bintang. Motif ini terlihat unik dengan bentuknya yang memanjang. Kubah ini
diukir dengan sangat teliti. Pola geometri yang sambung menyambung membuat
motif bintang menjadi berombak-ombak. Desain ini merupakan pergeseran dari
ukiran berpola zigzag yang memang dominant pada masa itu.
Perhatikan sisi ukiran paling bawah dari kubah itu. Ukiran
itu seperti motif mawar yang tak sempurna. Menurut para ahli, motif mawar yang
tak sempurna itu menunjukkan bahwa pembuatan ukiran itu baru dimulai setelah
kubah selesai dibangun, tidak bersamaan dengan pembangunan kubah.
Menara masjid dibangun terakhir setelah bangunan utama
selesai. Bentuknya mengikuti gaya
Turki utsmani, dengan puncak mengerucut.
Dari jalan utama, kita disambut oleh pagar besi yang
mengelilingi kompleks. Begitu masuk masjid, kita langsung disuguhi pemandangan
yang sangat kontras dengan bangunan-bangunan era Mamluk pada umumnya. Tidak
seperti kompleks sultan Inal, Qurqumas dan Barquq yang memiliki halaman tak
beratap di dalam masjid, masjid ini cenderung memanjang dan sempit. Ada dua ruang utama dalam
masjid itu. Keduanya dipisahkan oleh sebuah lorong dengan lantai sedikit lebih
rendah. Ruang ini bergaya Yunani-Romawi klasik.
Mihrab masjid ternyata baru ditambahkan pada tahun 1953.
Mihrab ini dianggap sebagai salah satu mihrab terbaik di Kairo. Ukiran berpola
bintang dipahat di atas gading. Lantainya yang mewah tersusun atas marmer hitam
putih, batu kapur merah oranye dan kerang mutiara. Jendelanya berukir semen
dengan kaca temaram. Atap yang berwarna-warni menunjukkan bahwa masjid ini
telah tersentuh perbaikan di era Turki Utsmani. Kamarnya berdinding jendela dua
susun. Yang atas telah direstorasi dengan kaca berwarna bergaya modern.
Di ujung lorong ada sebuah makam. Monumen Barsbay yang
terbuat dari marmer ungu dipasang di ruangan melingkar ini. Dekorasi mihrab
dibuat lebih menonjol daripada bagian-bagian lain dengan kombinasi marmer dan
kerang mutiara. Kubah tampak menjulang ke angkasa. Pencahayaan ruangan
mengandalkan sinar matahari yang menembus jendela-jendela tradisional yang
tertutup kaca warna-warni.
Di sebelah selatan masjid terdapat kompleks penginapan.
Penginapan ini sama dengan penginapan-penginapan yang ada di kompleks Inal,
Qurqumas dan Barquq.
Categories: Makam
Langganan:
Komentar (Atom)




